Friday, 7 August 2026
BREAKING
Ekonomi

Virtue Diagnostics Pacu TKDN Alat Kesehatan di Atas 40%, Dorong Kemandirian Industri Nasional

Oleh Ishak August 7, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Jakarta – PT Virtue Diagnostics (Virtue Diagnostics) berkomitmen kuat untuk mendukung kemandirian industri alat kesehatan (alkes) nasional dengan terus meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) produknya. Perusahaan yang bergerak di bidang diagnostik in vitro ini berhasil menembus angka TKDN di atas 40%, sebuah langkah signifikan dalam mengurangi ketergantungan pada produk impor.

Pencapaian TKDN di atas 40% ini merupakan buah dari upaya berkelanjutan Virtue Diagnostics dalam mengoptimalkan penggunaan komponen dan bahan baku lokal dalam proses produksinya. Fokus pada pengembangan produk yang memenuhi standar internasional sekaligus mengedepankan konten domestik menjadi strategi utama perusahaan.

Latar belakang peningkatan TKDN ini sejalan dengan program pemerintah yang gencar mendorong penggunaan produk dalam negeri, termasuk di sektor alat kesehatan. Pemerintah melalui berbagai regulasi dan insentif berupaya menciptakan ekosistem industri alkes yang lebih kuat dan mandiri, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.

Dalam beberapa tahun terakhir, sektor alat kesehatan Indonesia masih sangat bergantung pada impor. Hal ini menjadi perhatian serius mengingat pentingnya ketersediaan alkes yang memadai dan terjangkau, terutama dalam menghadapi situasi darurat kesehatan. Peningkatan TKDN menjadi salah satu kunci untuk mengatasi kerentanan tersebut.

Vice President of Business Development Virtue Diagnostics, Hendra Santoso, dalam beberapa kesempatan menyatakan bahwa komitmen terhadap TKDN bukan hanya sekadar pemenuhan regulasi, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk membangun industri alkes yang berdaya saing. “Kami percaya bahwa dengan memberdayakan industri lokal, kita dapat menghasilkan produk berkualitas tinggi yang lebih terjangkau dan sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia,” ujar Hendra.

Peningkatan TKDN di atas 40% ini juga diharapkan dapat memicu pertumbuhan industri pendukung di dalam negeri. Mulai dari produsen komponen, pemasok bahan baku, hingga tenaga ahli yang dibutuhkan dalam rantai pasok industri alkes. Hal ini akan menciptakan efek berganda bagi perekonomian nasional.

Selain itu, dengan meningkatnya TKDN, Virtue Diagnostics juga berupaya memberikan kontribusi positif terhadap neraca perdagangan Indonesia. Pengurangan impor alkes secara bertahap akan membantu menyeimbangkan defisit perdagangan, yang merupakan salah satu tantangan ekonomi makro negara.

Ke depan, Virtue Diagnostics menargetkan untuk terus meningkatkan angka TKDNnya melampaui batas yang telah dicapai saat ini. Perusahaan juga berkomitmen untuk terus berinovasi dan mengembangkan produk-produk diagnostik yang canggih, sekaligus memastikan bahwa sebagian besar komponennya berasal dari dalam negeri, seiring dengan penguatan ekosistem industri alkes nasional.

Bagikan: Facebook X WhatsApp