Friday, 7 August 2026
BREAKING
Berita

Tingkat Pengangguran RI Sentuh Titik Terendah dalam 2 Dekade Terakhir, Sinyal Pemulihan Ekonomi Kuat

Oleh Ishak August 7, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Tingkat pengangguran terbuka di Indonesia dilaporkan mengalami penurunan signifikan, mencapai level terendah sejak era Orde Baru berakhir. Angka ini mencerminkan perkembangan positif dalam penyerapan tenaga kerja dan potensi pemulihan ekonomi pasca-pandemi.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) per Februari 2024 tercatat sebesar 4,94%. Angka ini merupakan yang terendah sejak periode yang sama di tahun 2019, sebelum pandemi COVID-19 melanda, dan bahkan lebih rendah dibandingkan data sebelum krisis moneter 1998.

Penurunan ini merupakan kelanjutan tren positif yang telah terlihat sejak pertengahan tahun 2023. Pada Agustus 2023, TPT tercatat sebesar 5,25%, dan terus menurun hingga mencapai level saat ini. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah sebelumnya telah menyoroti upaya pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja melalui berbagai program.

Peningkatan jumlah angkatan kerja yang terserap ke dalam sektor formal maupun informal menjadi faktor utama di balik penurunan angka pengangguran ini. Sektor-sektor seperti industri manufaktur, jasa, dan konstruksi dilaporkan mulai menunjukkan geliat pemulihan yang signifikan, sejalan dengan aktivitas ekonomi yang kembali menggeliat.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan bahwa terdapat penambahan jumlah penduduk bekerja sebanyak 2,55 juta orang dibandingkan Februari 2023. Angka ini menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja Indonesia semakin membaik dan mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja.

Selain angka pengangguran terbuka secara umum, BPS juga mencatat adanya perbaikan pada berbagai indikator ketenagakerjaan lainnya. Tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) juga mengalami peningkatan, menandakan lebih banyak orang yang aktif mencari pekerjaan.

Pemerintah mengapresiasi capaian ini dan menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Strategi yang ditekankan meliputi penciptaan lapangan kerja berkualitas, peningkatan keterampilan tenaga kerja, serta dukungan terhadap UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

Meskipun demikian, tantangan tetap ada, terutama dalam mengatasi pengangguran struktural dan memastikan kualitas pekerjaan yang diciptakan. Pemantauan berkelanjutan terhadap tren ketenagakerjaan dan efektivitas kebijakan akan menjadi kunci untuk mempertahankan momentum positif ini di masa mendatang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp