Friday, 7 August 2026
BREAKING
Berita

Istana Buka Peluang Nama Baru: Bursa Calon Gubernur BI Makin Panas, Destry-Muliaman Masuk Radar?

Oleh Ishak August 7, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Jakarta – Istana Kepresidenan dikabarkan tengah menyusun daftar nama-nama potensial untuk mengisi posisi Gubernur Bank Indonesia (BI) periode mendatang. Munculnya nama-nama seperti Destry Damayanti dan Muliaman D. Hadad dalam bursa calon memperkuat spekulasi mengenai dinamika pemilihan pucuk pimpinan otoritas moneter ini.

Proses pemilihan Gubernur BI merupakan kewenangan Presiden yang akan diajukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk mendapatkan persetujuan. Periode kepemimpinan Gubernur BI saat ini, Perry Warjiyo, akan berakhir pada Mei 2023, sehingga persiapan penggantinya perlu segera dilakukan.

Informasi mengenai daftar bursa calon ini beredar di tengah publik, menyiratkan adanya kajian mendalam dari pihak Istana terhadap kandidat-kandidat yang dinilai memiliki kapasitas dan integritas untuk memimpin BI di tengah tantangan ekonomi global yang kompleks. Kehadiran nama-nama yang sudah dikenal di kancah ekonomi dan keuangan nasional menambah warna pada persaingan.

Destry Damayanti, yang saat ini menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI, merupakan salah satu nama yang santer disebut. Pengalamannya yang luas di BI, termasuk dalam kebijakan makroprudensial dan stabilitas sistem keuangan, menjadikannya kandidat kuat. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Komisaris Independen PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Nama lain yang juga disebut-sebut adalah Muliaman D. Hadad. Beliau memiliki rekam jejak panjang di sektor keuangan, termasuk pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2012-2017. Pengalaman di regulator sektor jasa keuangan ini tentu menjadi nilai tambah tersendiri.

Selain kedua nama tersebut, berbagai spekulasi mengenai kandidat lain terus bermunculan. Posisi Gubernur BI sangat strategis, mengingat perannya dalam menjaga stabilitas moneter, sistem pembayaran, dan memfasilitasi pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu, pemilihan sosok yang tepat menjadi krusial.

Meskipun Istana belum memberikan pernyataan resmi mengenai daftar final calon, bocoran nama-nama ini memberikan gambaran awal mengenai arah pertimbangan dalam suksesi kepemimpinan BI. Fokus pada kandidat dengan pengalaman dan pemahaman mendalam terhadap dinamika ekonomi domestik dan internasional diprediksi akan menjadi prioritas.

Proses selanjutnya akan melibatkan pengajuan nama-nama oleh Presiden kepada DPR. Komisi XI DPR RI, yang membidangi keuangan, perencanaan pembangunan nasional, perpajakan, dan perbankan, akan menjadi pihak yang melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap para calon sebelum memberikan persetujuan.

Publik akan terus menantikan pengumuman resmi dari Istana mengenai siapa saja yang akan masuk dalam nominasi resmi. Perhatian akan tertuju pada bagaimana Istana menyeimbangkan berbagai pertimbangan, termasuk pengalaman, visi, dan kemampuan adaptasi terhadap tantangan ekonomi masa depan, dalam menentukan nahkoda baru Bank Indonesia.

Bagikan: Facebook X WhatsApp