Amerika Serikat berpotensi memperketat peredaran robot vacuum pintar di pasaran. Federal Communications Commission (FCC) tengah mengusulkan aturan baru yang dapat membatasi penjualan produk-produk dari luar negeri. Langkah ini dikhawatirkan akan membawa dampak signifikan bagi industri robot vacuum secara global.
Usulan aturan baru dari FCC ini berfokus pada aspek keamanan dan potensi risiko yang ditimbulkan oleh perangkat elektronik yang terhubung ke jaringan. Regulasi yang dipertimbangkan secara spesifik menargetkan perangkat yang diproduksi oleh perusahaan yang dianggap tidak memenuhi standar keamanan informasi yang ditetapkan oleh FCC. Perangkat yang terancam terkena dampak larangan ini meliputi, namun tidak terbatas pada, robot vacuum yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan Tiongkok.
Peraturan ini dirancang untuk mengatasi kekhawatiran mengenai potensi spionase dan pengumpulan data yang tidak sah. Senator Marco Rubio, salah satu tokoh yang mendorong tindakan ini, menyatakan keprihatinannya dalam sebuah surat tertanggal 28 September 2023 kepada FCC. Ia menekankan bahwa perangkat yang diproduksi oleh perusahaan yang memiliki hubungan erat dengan pemerintah asing berisiko menjadi alat untuk mengumpulkan informasi sensitif dari rumah tangga Amerika.
βPerangkat yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan yang memiliki hubungan dekat dengan rezim Komunis Tiongkok berisiko tinggi melakukan pengumpulan data yang tidak sah dan dapat digunakan untuk tujuan spionase,β tegas Senator Rubio dalam suratnya. Ia merujuk pada perusahaan seperti Ecovacs, Roborock, dan Dreame, yang produk robot vacuumnya banyak beredar di pasar Amerika Serikat.
FCC sendiri telah mengambil langkah awal dengan menolak otorisasi untuk peralatan komunikasi dari beberapa perusahaan Tiongkok sejak 2020. Keputusan ini didasarkan pada undang-undang yang melarang penggunaan dana federal untuk membeli peralatan dari perusahaan yang dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan nasional. Usulan aturan baru ini tampaknya merupakan kelanjutan dari upaya tersebut, dengan cakupan yang lebih luas untuk membatasi penjualan produk-produk tersebut di pasar Amerika, terlepas dari sumber pendanaan pembeliannya.
Jika aturan ini disetujui, dampaknya akan terasa signifikan bagi produsen robot vacuum asal Tiongkok yang memiliki pangsa pasar besar di AS. Perusahaan-perusahaan tersebut harus mencari cara untuk beradaptasi, baik dengan memindahkan produksi ke negara lain atau dengan memenuhi standar keamanan yang lebih ketat yang ditetapkan oleh FCC. Bagi konsumen Amerika, ini bisa berarti terbatasnya pilihan produk atau potensi kenaikan harga untuk robot vacuum yang memenuhi regulasi baru.
